QATAR-Ketegangan di kawasan Teluk memasuki babak baru yang sangat berbahaya setelah Qatar secara resmi mengonfirmasi keberhasilan militer mereka dalam menembak jatuh dua jet tempur Su-24 Fencer milik Angkatan Udara Iran.
Insiden ini menandai keterlibatan militer langsung Qatar untuk pertama kalinya dalam konflik yang tengah membara di Timur Tengah.
Langkah defensif ini diambil setelah kedua jet tempur buatan Rusia tersebut dilaporkan melanggar ruang kedaulatan udara Doha tanpa izin di tengah situasi siaga tempur tertinggi.
Angkatan Udara Qatar menggunakan sistem pertahanan udara jarak jauh yang terintegrasi untuk melumpuhkan ancaman tersebut.
Meskipun Qatar selama ini dikenal sebagai negara yang sering mengambil peran mediator, tindakan tegas ini menunjukkan pergeseran posisi Doha yang kini tidak segan menggunakan kekuatan militer untuk melindungi wilayahnya dari imbas perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Jatuhnya dua pesawat penyerang darat ini menjadi kerugian teknis signifikan bagi Teheran, mengingat Su-24 adalah salah satu tulang punggung operasional mereka untuk misi serangan taktis.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran global bahwa perang akan meluas ke negara-negara tetangga yang sebelumnya bersikap netral.
Dunia internasional kini memantau reaksi balasan dari Teheran terhadap Doha, yang dapat memutus jalur komunikasi diplomatik tersisa di kawasan tersebut.
Dengan terlibatnya Qatar secara fisik dalam palagan udara, risiko terjadinya konfrontasi militer skala penuh di sepanjang pesisir Teluk menjadi ancaman nyata yang dapat melumpuhkan stabilitas keamanan dan ekonomi dunia dalam sekejap.(*/sindonews/las)








