Aksi #Save TIM Unfinished Struggle, Tolak Komersialisasi Ruang-Ruang Berekspresi di TIM dari Jakpro kepada JXB

JAKARTA– Para seniman, budayawan, sastrawan, penyair, pujangga dan masyarakat kesenian lainnya di Kota Jakarta dan sekitarnya.

Diundang untuk bisa hadir dalam Aksi #SaveTIM
UNFINISHED STRUGGLE,
seri tiga senandung Cikini 73 pada Sabtu 17 Januari 2026 mulai pukul 16.00 WIB sampai selesai bertempat di Plaza Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Demikian undangan tertulis kepada wartawan yang disampaikan di Jakarta, Kamis pagi (15/1/2026).

” Aksi ini adalah sebuah gerakan moral oleh para peseni dan seniman lintas genre, untuk terus menolak komersialisasi ruang-ruang berekspresi di area Taman Ismail Marzuki yang dilakukan oleh pihak JAKPRO dan kini akan berpindah tangan ke pihak JXB,” katanya.

Jika para peseni atau seniman tidak berisik untuk menyuarakan penolakan, bukan tidak mungkin suatu saat untuk masuk ke area Taman Ismail Marzuki akan dikenakan tiket masuk.

Bacaan Lainnya

Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah laboratorium seni dan budaya, tempat lahir ide, gagasan, narasi besar kebudayaan, serta tokoh-tokoh seni dan budaya bangsa ini.

“Apa jadinya bila marwahnya runtuh oleh komersialisasi pihak pengembang dan pengelola yang tidak memahami ruh berkesenian? Tentunya hanya akan menambah krisis multidimensi bangsa ini,” tegasnya.

Aksi ini memang seperti perahu sekoci yang menghadang kapal induk kapitalis, tetapi sekoci tersebut membawa dinamit kesadaran akan seni dan budaya sebagai satu hal yang paling penting untuk dipertahankan sebagai identitas bangsa.

Datang, bergabung, dan nikmati aksi ini dengan membawa kesadaran niat murni, intelektual dan estetika anda serta kegembiraan berekspresi, tanpa mengharapkan keuntungan pribadi, maupun tanpa prasangka.

Salam budaya sehati dan sejiwa.
#SaveTIM
#TolakkomersialisasiTIM
#ClearAreaTIMdariJakPro
#TolakJXB.
(Lasman)

 

Pos terkait