Imbas Cuaca Ekstrem JMT Optimalkan Tim Pemeliharaan Jalan Tol 24 Jam

JAKARTA-Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) meningkatkan upaya pemeliharaan jalan tol secara berkelanjutan di seluruh ruas Jabodetabek dan Jawa Barat.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek dan Jabar selama beberapa pekan terakhir yang berdampak pada kerusakan perkerasan jalan di Ruas Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang (Janger), Sedyatmo, Cawang-Tomang-Pluit (CTP), Cipularang dan Padaleunyi.

Atas kondisi tersebut, Jasa Marga memohon maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, menegaskan bahwa beberapa faktor menjadi penyebab kerusakan jalan saat ini, tingginya curah hujan yang beberapa kali menyebabkan antrean air dan genangan di beberapa ruas tol menjadi salah satu faktor utama kerusakan perkerasan.

Selain itu, melemahnya rekatan aspal oleh air akan semakin parah ketika dilintasi oleh kendaraan Kelebihan muatan (Over Load).

Bacaan Lainnya

Jasa Marga bersama Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) selaku anak usaha Jasa Marga di bidang preservasi, telah melakukan langkah – langkah tambahan untuk menjaga kualitas perkerasan seperti menambah jumlah tim pemeliharaan jalan tol serta meningkatkan frekuensi perbaikan untuk bisa menjangkau bidang yang lebih luas dalam waktu lebih cepat.

Selain itu juga dilakukan penanganan dan antisipasi saluran serta identifikasi kondisi perkerasan secara menyeluruh, tidak hanya di jalan tol, juga pada jembatan-jembatan yang menjadi satu-kesatuan jalan tol.

“Saat ini, kami menurunkan total 31 tim sapu lubang yang bekerja siang dan malam melakukan perbaikan pada perkerasaan yang mengalami kerusakan. Hal ini sebagai tindak lanjut dari hasil pemantauan di lapangan dan respon kami atas keluhan pengguna jalan akibat kondisi perkerasaan di seluruh ruas tol dibawah pengelolaan Jasamarga Metropolitan Tollroad,” ujar Widiyatmiko.

Widiyatmiko juga menambahkan bahwa proses perbaikan secara keseluruhan membutuhkan waktu dikarenakan jumlah titik yang cukup banyak serta volume lalu lintas yang tinggi, sehingga untuk beberapa waktu kedepan, pengguna jalan masih akan menemukan titik perkerasan yang mengalami kerusakan, atas kondisi tersebut, Jasa Marga memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dialami dan berkomitmen untuk segera menyelesaikan tugas tersebut.

“Kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh titik kerusakan seoptimal mungkin, saat ini kami menurunkan total sebanyak 31 tim sapu lubang yang terbagi dalam tiga wilayah representative office kami di wilayah Jabodetabek dan Jabar. Untuk menjaga waktu perbaikan yang optimal, saat ini prioritas pemeliharaan perkerasan yang kami lakukan berupa patching coldmix (campuran aspal dingin) dan hotmix (campuran aspal panas) menyesuaikan tingkat kerusakan dan kondisi lalu lintas sebelum dilaksanakannya program perbaikan permanen berupa Scrapping Filling Overlay (SFO) dan rekonstruksi perkerasan secara bertahap,” tambah Widiyatmiko.

JMT juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi potensi curah hujan yang masih tinggi karena dapat berdampak terhadap hasil perbaikan yang telah dilakukan serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar kualitas layanan jalan tol tetap terjaga secara berkelanjutan.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan selama berkendara ketika cuaca hujan, jaga batas kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depannya, perhatikan rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas dilapangan, serta mengatur waktu dan rute perjalanan serta memastikan kecukupan saldo kartu elektronik guna kelancaran dalam perjalanan.

Informasi terkini seputar kondisi lalu lintas di ruas tol Jasa Marga Group wilayah Jabodetabek dan Bandung dapat diakses melalui kanal informasi resmi Jasa Marga, antara lain Instagram @official.jmmetropolitan, aplikasi Travoy, situs www.jasamarga.com, serta One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 14080.(*/Las)

 

Pos terkait