JAKARTA– PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan transportasi nasional pada periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), seiring penutupan Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Senin (05/01).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi dan dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol M.H Ritonga, Perwakilan Basarnas, Perwakilan BMKG, Perwakilan KNKT, Perwakilan Astamaops Kapolri, Perwakilan BNPB, serta para pimpinan kementerian/lembaga, BUMN, dan _stakeholder_ sektor transportasi nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono didampingi Direktur Operasi Fitri Wiyanti. Rivan menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang optimal antar pemangku kepentingan terkait.
Rivan menambahkan, koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, serta seluruh _stakeholder_ terkait merupakan kunci dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan.
“Jasa Marga berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keselamatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru. Melalui penguatan manajemen lalu lintas, optimalisasi operasional jalan tol, serta pemanfaatan teknologi pemantauan secara real time kami senantiasa selalu memberikan layanan terbaik bagi pengguna jalan tol. Ke depan, hasil evaluasi pelaksanaan Nataru 2025/2026 ini akan menjadi dasar bagi Jasa Marga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam menghadapi periode angkutan Lebaran 2026 agar perjalanan masyarakat semakin aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Rivan.
Pada Posko Pusat Kementerian Perhubungan terdapat posko-posko dari berbagai Kementerian/Lembaga, BUMN dan sektor swasta termasuk Posko Jasa Marga. Secara spesifik, kehadiran Posko Jasa Marga di Posko Pusat bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat koordinasi informasi yang dibutuhkan oleh instansi lainnya sebagai data pendukung.
Posko Jasa Marga berperan sebagai pusat pemantauan arus lalu lintas jalan tol secara _real time_ untuk mengetahui informasi mengenai data terkini volume lalin yang melewati ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group sehingga dapat dijadikan pedoman dalam mengambil langkah antisipatif ataupun pengambilan keputusan lainnya secara efektif dan efisien.
Acara diawali dengan pemaparan analisis monitoring dan evaluasi (monev) oleh Menteri Perhubungan Dudy yang menekankan bahwa secara umum pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.
Berbagai langkah antisipatif yang dilakukan secara terpadu terbukti mampu menurunkan angka fatalitas dan kejadian menonjol secara signifikan. Selain itu, kebijakan pemberian diskon tarif transportasi nasional dinilai efektif dalam memberikan insentif kepada masyarakat, mendorong mobilitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menhub Dudy juga menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan penyelenggaraan angkutan Nataru.
“Saya sampaikan bahwa pelaksanaan transportasi Nataru 2025/2026 alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Sejauh ini penyelenggaraan cukup baik menggambarkan sinergi antara seluruh _stakeholder_ sangat baik. Penyelenggaraan ini merupakan cerminan kerja sama yang baik, pelajaran buat kita agar lebih baik sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan baik,” ucap Dudy.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Hubdat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat, baik secara luring maupun daring, atas dukungan dan kerja sama selama pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026. Dalam laporannya, Aan memaparkan bahwa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi penyusunan rencana operasi nasional, survei kesiapan sarana dan prasarana transportasi, ramp check angkutan umum, manajemen dan rekayasa lalu lintas, sosialisasi pengendalian transportasi, penyelenggaraan mudik gratis, pemberian stimulus diskon tarif, penegakan sanksi administratif terhadap pelanggaran, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
“Berdasarkan hasil monitoring sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pelaksanaan angkutan Nataru secara umum berjalan lancar meskipun masih terdapat beberapa kejadian yang menjadi catatan evaluasi,” ujar Aan.
Aan juga menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan di lebih 1.000 titik simpul transportasi dan 43 di antaranya pada gerbang tol. Selain pengawasan melalui ribuan titik CCTV, pemantauan juga diperkuat dengan menggunakan drone.
Pelaksanaan monitoring secara berkelanjutan dilakukan sebagai dasar evaluasi untuk meningkatkan pelayanan pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang akan datang.








