KUPANG– Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo yang meninggal di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (6/8/2025) dengan luka-luka di badan dan kaki mulai terungkap.
Tim Batalyon TP 834/WM Nagekeo bergerak cepat dan membuahkan hasil. Tim Batalyon menemukan empat orang anggota yang diduga kuat sebagai pelaku tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian Prada Lucky.
“Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, tim menemukan empat orang terduga pelaku pemukulan terhadap almarhum Prada Lucky. Keempat terduga pelaku tersebut berpangkat Pratu,” ujar Danki C Yon TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat kepada Florespos.net, Kamis (7/8/2025).
Lettu Inf Rahmat menyatakan bahwa keempat terduga pelaku pemukulan terhadap almarhum Prada Lucky telah dibawa ke POM Ende pada Rabu (6/8/2025) malam untuk menjalani proses investigasi.
“Sementara yang diduga terlibat pemukulan sudah dibawa ke Pom Ende untuk melaksanakan proses investigasi,” ujarnya.
Lettu Inf Rahmat menyatakan, proses selanjutnya masih menunggu keputusan atasannya.
Namun, dengan ditangkapnya terduga pelaku, diharapkan proses penyelidikan dapat berjalan lancar dan keluarga korban dapat mengetahui kebenaran tentang kematian Prada Lucky.
Diberitakan sebelumnya, salah satu anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Prada Lucky Chepril Saputra Namo meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.
Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang merupakan anak seorang Anggota TNI yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao asal Kupang-NTT itu meninggal pada Rabu (6/8/2025) setelah perawatan selama lima hari di rumah sakit tersebut.
Disaksikan media ini di ruang Kamar Jenazah RSD Aeramo, Rabu siang, ibu Prada Lucky, Sefriana Pauwina menangis histeris meratap jenazah anaknya karena menemukan banyak luka baik badan dan kaki.
“Kenapa begini sayang. Sayang bangun sudah kita pulang Kupang. Tuhan tolong anak saya. Kenapa anak saya meninggal dengan caranya seperti ini,,” teriak histeris mama almarhum Prada Lucky di ruang jenazah RSD Aeramo, Rabu siang.
Ayah almarhum, Christian Namo saat ditemui Florespos.net, di RSUD Aeramo mengatakan, banyak luka pada tubuh anaknya. Dia meminta agar kematian anaknya diusut secara hukum.
Berdasarkan kronologi yang diperoleh Prada Lucky masuk RSD Aeramo, Sabtu, 2 Agustus 2025. Pada Selasa, 5 Agustus 2025, pukul 04.47 WITA, Prada Lucky dalam kondisi setengah sadar setelah diberi obat penenang karena terpasang selang ventilator.
Pada Rabu pagi, Prada Lucky mengalami henti jantung dan dilakukan tindakan RJP (pijat jantung) oleh dokter anestesi beserta tim ICU.
Setelah tindakan RJP, kondisi pasien sempat membaik, namun kemudian mengalami henti jantung kembali dan dilakukan tindakan RJP.
Setelah 45 menit melakukan RJP, Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia oleh dokter anestesi pada pukul 11.23 WITA.(*/Las)








