Kota Bekasi dan Sekitarnya Sebagai Kota ‘Beracun ‘ Nomor Dua Setelah Argentina

2. Risiko Ledakan dan Kebakaran Gas Sangat Mudah Terbakar: Metana bersifat sangat mudah terbakar dan dapat memicu ledakan hebat jika konsentrasinya terperangkap di area tertutup dengan persentase antara 5% hingga 15% di udara.

Kebakaran Gunungan Sampah: Akumulasi gas metana di bawah tumpukan sampah sering memicu titik api yang menyebabkan kebakaran bawah tanah (landfill fire) di area pembuangan yang sangat sulit dipadamkan.

3. Krisis Iklim dan LingkunganEfek Rumah Kaca: Metana adalah salah satu gas rumah kaca paling kuat yang menyerap panas, secara langsung berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim.Status Krisis Iklim Lokal: Laporan lingkungan global menyoroti Bantargebang karena jumlah pasokan sampah yang mencapai 8.000 ton per hari memproduksi emisi metana berskala masif yang mengancam ekosistem sekitar.

Untuk menanggulangi kondisi ini, pemerintah terus berupaya mengalihkan sistem ke pengelolaan sampah yang lebih aktif, termasuk mengolah sampah menjadi bahan bakar turunan (Refuse Derived Fuel atau RDF).

Pemantauan terkait kualitas udara serta pengelolaan gas dari zona penumpukan sampah terus dilakukan untuk mengurangi risiko fatal bagi masyarakat sekitar.(**/Las)

Bacaan Lainnya

 

Pos terkait