JAKARTA– Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pengawal Etika Nusantara resmi ditutup melalui acara “Workshop & Bedah Buku: Hijrah Digital Menjadi Bijak, Kreatif & Inklusif” yang digelar di PDS HB Jassin, Gedung Panjang Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki (TIM), di Jakarta, kemarin.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital yang bijak sekaligus mendorong ekosistem yang lebih inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Acara menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif, mulai dari pentas seni anak disabilitas hingga sesi bedah buku “Iqra Cerdas” karya Dr. Amalliah Kadir, M.Pd.
Pentas seni yang ditampilkan anak-anak penyandang disabilitas menjadi simbol kuat bahwa keterbatasan fisik maupun kognitif tidak menjadi penghalang untuk berekspresi, berkarya, dan menunjukkan potensi mereka di ruang publik.
Ketua Panitia acara, Magdalena Kusmiyati, S.IP., M.IKom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan nilai etika dan pendidikan.
“Melalui Safari Ramadhan ini kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mendorong literasi digital yang sehat dan inklusif. Harapannya, teknologi dapat menjadi sarana pemberdayaan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Sesi utama kegiatan diisi dengan diskusi dan bedah buku yang menghadirkan penulis Dr. Amalliah Kadir, M.Pd., bersama akademisi Dr. Santa Lorita Simamora, M.Si., dengan. moderator Rita Sri Hastuti.
Diskusi membahas bagaimana metode Iqra Cerdas dapat membantu proses belajar membaca bagi anak dengan kebutuhan khusus, termasuk disleksia dan gangguan memori, melalui pendekatan visual dan stimulasi saraf.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para orang tua yang berbagi pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak di era digital.
Pembahasan menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengarahkan penggunaan teknologi agar tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mendukung proses pembelajaran dan. perkembangan anak.
Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Savoria.
Melalui penutupan Safari Ramadhan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusivitas digital semakin meningkat dan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah bagi anak-anak disabilitas.(**/Las)








