PAMULANG– Kepadatan lalu lintas harian (LHR) khususnya di kawasan bundaran alun-alun Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, belakangan ini terus meningkat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terkait risiko kecelakaan, terutama bagi pejalan kaki dan kelompok rentan seperti lansia.
Oleh karena itu, warga mendesak pemerintah kota (Pemko)-melalui walikita Tangsel Drs.H.Benyamin Davnie-untuk segera membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) guna meningkatkan keselamatan para pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.
Warga Pamulang mengeluhkan sulitnya menyeberang jalan di beberapa titik strategis yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Salah satu lokasi paling rawan adalah Jalan Raya Siliwangi dekat bundaran alun-alun Pamulang, yang berdekatan dengan Universitas Pamulang (Unpam), Polsek Pamulang, Puskesmas pamulang serta Kantor Kecamatan Pamulang.
PL. Simanjuntak (64), warga Perum Pamulang Permai I, mengaku selalu merasa cemas setiap kali harus menyeberang jalan.
“Ketika hendak ke Puskesmas atau RSUD Tangsel, saya sering hampir tertabrak kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Terutama saat jam sibuk atau musim hujan, rasanya semakin mengerikan,” katanya saat ditemui di Pamulang, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, keberadaan JPO sangat mendesak, khususnya bagi lansia dengan keterbatasan penglihatan.
“Menyeberang di jalan seperti ini, apalagi tanpa trotoar, sama saja mempertaruhkan nyawa,” tambah PL.Simanjuntak yang dikenal sebagai penyair dan sastrawan ini.
Sedangkan F.E. Kolondam (62) warga pamulang lainnya, juga menyoroti tidak adanya trotoar di sepanjang jalan utama Pamulang.
“Tidak ada fasilitas untuk pejalan kaki, seperti trotoar. Bahkan saat berjalan di depan RSUD Tangsel menuju Situ Sasak Tinggi, kita harus sangat berhati-hati karena terlalu dekat dengan kendaraan bermotor,” katanya.
Eykel Lasflorest (32), warga Pamulang- yang juga seorang jurnalis-mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu, JPO sempat tersedia di depan Kantor Kecamatan Pamulang, namun dirobohkan akibat proyek pelebaran jalan.
“Kami berharap pemerintah segera membangun JPO baru yang lebih strategis, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia,” ujar Eykel jebolan Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam) ini.
Warga Pamulang lainnya-tak bersedia namabya ditulis- juga mengeluhkan kemacetan yang semakin parah di sekitar Pamulang, terutama saat ada kegiatan di alun-alun Kecamatan Pamulang, seperti konser musik, bazar, pameran, kegiatan keagamaan atau olahraga bersama.
“Kemacetan ini bisa sampai memanjang membuat pejalan kaki kesulitan menyeberang jalan. Kami berharap pemerintah memprioritaskan pembangunan JPO demi keselamatan semua pihak,” ujarnya.
Warga Pamulang berharap Walikota Tangerang Selatan Drs.H.Benyamin Davnie segera merespons masalah ini.
Keberadaan JPO yang strategis dan aman dinilai dapat mengurangi risiko kecelakaan serta memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.
Selain itu, pembangunan trotoar juga diusulkan untuk menunjang mobilitas masyarakat secara lebih aman dan tertata, terutama saat menuju ke RSUD Pamulang.
Dukungan pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur ini menjadi solusi penting di tengah meningkatnya kepadatan lalu lintas di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan (*/Las)








