JAKARTA – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita) menerima dukungan misi kemanusiaan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) berupa bantuan penanganan medik dan alat kesehatan habis pakai yang berbiaya tinggi. Komitmen bantuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri Wamenkes Dante Saksono, Dirut. RSJPD Harapan Kita dan perwakilan KSR di RSJPD Harapan Kita, Jumat (6/2/2026).
Alat habis pakai berbiaya tinggi bantuan KSR tersebut di antaranya adalah Contegra untuk penanganan penyakit jantung bawaan serta Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) untuk pengobatan penyakit jantung koroner dan katup jantung. Dukungan ini memperkuat peran RSJPD Harapan Kita sebagai pusat layanan jantung nasional sekaligus memperluas akses pasien terhadap terapi prosedur berteknologi tinggi.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSJPD Harapan Kita menangani pasien dengan penyakit jantung dari berbagai daerah dengan tingkat kompleksitas yang beragam.
Wamenkes Dante menyebut delapan dari 1.000 kelahiran bayi di Indonesia mengalami kelainan jantung. Dari kasus-kasus yang ada, yang sudah terdeteksi secara keseluruhan sekitar 50.000 dan baru 5.000 di antaranya yang bisa ditangani.
“Jumlah yang ditangani relative sedikit karena antrean panjang mengingat kemampuan dokter yang masih kurang. Selain itu aspek pembiayaan yang memang mahal,” kata Dante.
Wamenkes merinci, rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk operasi terkait kasus kelainan jantung pada anak di RSJPD Harapan Kita membutuhkan sekitar Rp100 juta, dengan sekitar Rp30 juta ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sisanya disubsidi oleh rumah sakit tersebut.
Mengatasi kesenjangan tersebut, sejumlah langkah sudah dilakukan Kemenkes termasuk bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Yayasan Jantung Indonesia serta organisasi sosial lainnya. Salah satunya menjalin kerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) untuk melakukan penanganan medik puluhan pasien kardiovaskular di RSJPD Harapan Kita, termasuk sejumlah pasien anak. Bantuan diberikan kepada empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa dan 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan dalam periode 2-6 Februari 2026.
Perlu Dukungan Filantropi
Untuk layanan bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan, RSJPD Harapan Kita melaksanakan sekitar 1.000–1.300 operasi setiap tahun. Sebagian besar pasien berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, dengan sekitar 90 persen tindakan dibiayai melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Dr. dr. Iwan Dakota, Sp. JP (K), MARS menyampaikan bahwa dukungan filantropi internasional memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan layanan jantung nasional. “Layanan jantung, terutama untuk kasus kompleks, membutuhkan teknologi dan alat medis berbiaya tinggi. Sementara mayoritas pasien kami adalah peserta JKN. Dukungan dari King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre sangat membantu agar rumah sakit tetap dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,” ujarnya.
Selain layanan bedah, RSJPD Harapan Kita juga menjadi pusat rujukan nasional untuk intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa, termasuk tindakan kompleks seperti TAVI, intervensi Chronic Total Occlusion (CTO), serta berbagai prosedur kateterisasi jantung. Jenis layanan ini menuntut sumber daya manusia yang sangat terlatih, fasilitas berteknologi tinggi, dan ketersediaan alat medis khusus.
Kerja sama antara KSR dan Kementerian Kesehatan RI melalui RSJPD Harapan Kita dimulai sejak September 2023 dan berkembang melalui sejumlah misi kemanusiaan di Indonesia. Pada Januari 2025, misi operasi jantung pediatrik KSR berhasil dilaksanakan di RSJPD Harapan Kita, disusul misi intervensi non-bedah kardiovaskular pediatrik pada Desember 2025.
Sebagai kelanjutan, misi kemanusiaan berikutnya dilaksanakan pada 2-6 Februari 2026 di RSJPD Harapan Kita, dengan rencana penanganan sekitar empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa (TAVI) serta 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan.
Selain pelayanan langsung, kegiatan ini juga menitikberatkan pada transfer pengetahuan bagi tenaga kesehatan nasional termasuk diantaranya dengan melaksanakan kuliah tamu dari pakar intervensi jantung dari Saudi Arabia. Melalui kolaborasi ini, RSJPD Harapan Kita menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan jantung nasional dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pengobatan jantung yang aman, bermutu, dan berkelanjutan.








