Menkes Budi: Indonesia Siap Jadi Pusat Layanan Jantung Berstandar Global

Menkes Budi bersama Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Mitsuru Kojima dan jajaran pimpinan RSJPD Harapan Kita meninjau progres pembangunan gedung Harapan Kita

Di sisi lain, pembangunan fasilitas kesehatan baru juga diarahkan untuk melayani berbagai segmen masyarakat. Sekitar 70–80% layanan akan tetap melayani pasien BPJS, sementara sebagian gedung akan difokuskan untuk layanan premium (private).

Fasilitas ini juga ditujukan untuk menarik pasien kelas menengah ke atas yang selama ini memilih berobat ke luar negeri. “Layanan kita sekarang sudah tidak kalah dengan luar negeri,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, rumah sakit ini akan menggandeng tenaga medis internasional, termasuk dokter-dokter spesialis dari Jepang dan negara lain. Salah satu mitra yang terlibat adalah Toko Sukai Group, grup kesehatan besar asal Jepang yang memiliki rumah sakit berstandar dunia. Para dokter dari grup tersebut dijadwalkan akan praktik langsung di Indonesia sesuai regulasi yang berlaku. Selain Jepang, terdapat pula minat dari dokter-dokter asal China untuk turut berpraktik di fasilitas ini.

Dengan kombinasi deteksi dini di puskesmas, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta kolaborasi internasional, pemerintah menargetkan penurunan signifikan jumlah pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kemandirian sistem kesehatan nasional, tetapi juga menghemat devisa negara dan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Mitsuru Kojima menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama internasional yang terjalin. Menurutnya kolaborasi ini mencerminkan kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Jepang yang dibangun atas dasar kepercayaan dan aspirasi bersama. “Kolaborasi ini merupakan simbol hubungan yang erat dan berkelanjutan antara kedua negara,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menyoroti pentingnya proyek kolaborasi internasional, termasuk pengembangan sektor kesehatan melalui kerja sama dengan Oxfam Medical Group. Proyek ini dinilai mampu menghadirkan layanan klinis, penelitian, serta pendidikan yang terstruktur dengan baik, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan kesehatan di masa depan.

Gedung baru yang dibangun itu sendiri kata Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP(K), MARS akan meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 400 menjadi 800 bed. Sebagian kapasitas tambahan tersebut akan dialokasikan untuk layanan private wing dengan teknologi tinggi. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan untuk mengurangi jumlah pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Fasilitas yang dibangun akan menggunakan teknologi sangat canggih dan dapat dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang. (kenmaharani)

Pos terkait