JAKARTA – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melalui RSCM Kiara menyelenggarakan program Sharing is Caring sebagai upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada kesembuhan medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional dan psikososial pasien anak selama menjalani perawatan. Program ini mengangkat tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” sebagai bentuk komitmen RSCM dalam menciptakan pengalaman layanan yang ramah anak.
Kegiatan yang berlangsung di RSCM Kiara tersebut menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk membangun suasana perawatan yang lebih menyenangkan. Anak-anak yang datang untuk berobat disambut oleh karakter superhero melalui kegiatan Superhero Greeting, kemudian memperoleh kesempatan berinteraksi langsung dalam Superhero Visit di ruang rawat jalan maupun ruang rawat inap. Pada kesempatan tersebut, pasien juga menerima bingkisan berupa perlengkapan sekolah, buku mewarnai, makanan ringan, dan minuman sebagai bentuk dukungan serta apresiasi selama menjalani proses pengobatan.
Dalam sambutannya, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Bobi Prabowo mengatakan bahwa proses penyembuhan pasien anak tidak hanya bergantung pada pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan dukungan psikologis melalui suasana yang menyenangkan.
“RSCM berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik, namun proses penyembuhan tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan, tindakan medis, maupun perawatan dokter dan perawat. Kondisi psikologis pasien, terutama anak-anak, memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan,” ujar Dr Bobi.
Ia menjelaskan bahwa ketika anak merasa senang, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu proses pemulihan. “Hati yang senang adalah obat. Karena itu kami berupaya menghadirkan kegiatan yang membuat anak-anak bahagia. Dengan meningkatnya endorfin dan imunitas, kami berharap respons terhadap pengobatan juga menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Dr. Bobi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para relawan, mitra, pendamping pasien, serta keluarga yang terus memberikan semangat kepada anak-anak selama menjalani perawatan. Ia mengakui bahwa mendampingi anak yang sedang sakit bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Karena itu, kegiatan berbagi dan hiburan seperti ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga sekaligus menghadirkan senyum bagi para pasien.
“Kami ingin kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin agar anak-anak memiliki kesempatan untuk bergembira, berbagi cerita, dan mendapatkan perhatian yang dapat membantu proses penyembuhan mereka,” katanya.
Bobi kembali menegaskan bahwa pendekatan holistik menjadi bagian penting dari pelayanan RSCM. Selain memberikan layanan medis secara profesional, rumah sakit juga berupaya memperhatikan aspek psikologis pasien.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang menghadirkan hiburan dan interaksi positif dapat membantu meningkatkan semangat anak-anak selama menjalani pengobatan. Menurutnya, kebahagiaan pasien merupakan salah satu faktor yang mendukung pemulihan kesehatan.
Bertepatan dengan semangat Hari Anak Nasional, RSCM berharap seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang sedang berjuang melawan penyakit, tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Ke depan, RSCM berencana mengupayakan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya bagi pasien anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan lebih, termasuk mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, RSCM berharap dapat terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis pasien secara menyeluruh.
Program Sharing is Caring merupakan bagian dari pengembangan pelayanan humanis RSCM Kiara yang mengedepankan konsep healing environment, yaitu menciptakan lingkungan perawatan yang mendukung proses penyembuhan melalui aktivitas edukatif, rekreatif, dan sosial. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pasien, memperkuat dukungan psikososial bagi anak dan keluarga, sekaligus menghadirkan pengalaman berobat yang lebih positif selama berada di rumah sakit.
Melalui momentum Hari Anak Nasional, RSCM menegaskan bahwa pelayanan kesehatan anak tidak berhenti pada tindakan klinis semata, tetapi juga mencakup upaya membangun rasa aman, bahagia, dan optimisme selama proses perawatan. Dengan mengombinasikan edukasi kesehatan, interaksi yang menyenangkan, dan kepedulian terhadap kondisi psikologis pasien, RSCM berharap setiap anak dapat menjalani masa pengobatan dalam lingkungan yang lebih ramah, suportif, dan penuh harapan.




















