JAKARTA – Tim nasional Jerman sukses mengawali langkah mereka di ajang Piala Dunia 2026 dengan torehan hasil yang sangat mengesankan. Bersua dengan timnas Curacao di Houston Stadium pada Senin (15/6), skuad berjuluk Die Mannschaft tersebut langsung mengamankan tiga poin perdana setelah menyudahi pertandingan lewat kemenangan telak tanpa ampun dengan skor akhir 7-1.
Dominasi anak-anak asuh Julian Nagelsmann tersebut sudah terlihat sangat menonjol sejak peluit babak pertama dibunyikan. Sepanjang 90 menit waktu normal berjalan, intensitas gempuran Jerman praktis mengurung barisan pertahanan lawan. Skuad Panzer tercatat berhasil melepaskan total 26 tembakan dengan nilai harapan gol atau expected goals (xG) mencapai angka 3,9 yang menggambarkan betapa agresif dan efektifnya skema serangan yang mereka terapkan.
Di sisi lain, timnas Curacao tampak sangat kesulitan untuk mengimbangi tempo permainan cepat dan taktik menekan yang diperagakan oleh raksasa Eropa tersebut. Skuad perwakilan zona CONCACAF ini dipaksa bermain lebih dalam di area pertahanan mereka sendiri demi menahan gelombang serangan bertubi-tubi. Sepanjang pertandingan, Curacao tercatat hanya mampu melepaskan delapan kali percobaan tembakan ke arah gawang Jerman dengan nilai xG yang relatif sangat rendah, yakni di angka 0,4.
Selain memastikan keunggulan mutlak di papan skor, kemenangan besar dalam laga pembuka fase grup ini juga sekaligus melahirkan torehan sejarah baru bagi timnas Jerman. Hasil positif di Houston Stadium tersebut memperpanjang catatan impresif mereka menjadi sepuluh kemenangan beruntun di seluruh kompetisi resmi. Rekor gemilang ini mendekati pencapaian periode emas terbaik yang pernah diukir oleh sejarah sepak bola Jerman pada medio tahun 1979 hingga 1980 silam.
Pertandingan yang berjalan timpang ini menjadi sinyal kuat mengenai kesiapan dan kematangan mentalitas para pemain Jerman dalam misi memburu gelar juara di turnamen sepak bola terakbar edisi kali ini. Kemenangan fantastis 7-1 tersebut tidak sekadar memberikan modal angka yang berharga di klasemen, melainkan juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi armada Julian Nagelsmann sebelum melakoni pertandingan-pertandingan krusial berikutnya di babak penyisihan grup.




