JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam ajang khitanan massal dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 2.445 anak. Pencapaian ini diraih melalui kolaborasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA dan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan sepanjang 23 Juni hingga 8 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan pada acara penutupan khitanan massal di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/7). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir dalam acara tersebut, menyebut angka ini melampaui target awal yang hanya dipatok sebanyak 2.000 peserta.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menjadi evaluasi bahwa program pelayanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan,” ujar Pramono.
Bagi Pramono, rekor MURI ini bukan sekadar angka, melainkan motivasi untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan yang inklusif. Ia menekankan bahwa pelayanan yang mudah diakses dan berkeadilan adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat Jakarta yang sehat dan produktif.
Target “Ambisius” Menuju Usia 5 Abad
Menatap perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-500 Jakarta pada 2027 mendatang, Pramono memberikan instruksi khusus kepada jajaran PAM JAYA. Ia mematok target lebih tinggi: jumlah peserta khitanan massal harus mencapai 5.000 anak.
“Tahun depan Jakarta menyambut usia lima abad. Saya meminta kepada PAM JAYA agar mulai mempersiapkannya dari sekarang. Semakin banyak program sosial yang lahir dari semangat gotong royong, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat,” kata dia.
Pramono juga membeberkan bahwa agenda menyambut HUT ke-500 Jakarta tidak hanya terbatas pada khitanan massal. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah kado bagi warga, di antaranya rencana penerapan tarif transportasi umum sebesar Rp1 serta akses gratis ke berbagai destinasi wisata milik pemerintah daerah selama lima hari perayaan.
Ekspansi CSR PAM JAYA
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menuturkan bahwa program khitanan massal telah berevolusi pesat. Program yang awalnya hanya menjangkau 150 peserta, kini tumbuh signifikan hingga melampaui 2.000 anak.
“Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bersama TP PKK dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan manfaat nyata,” tutur Arief.
Di samping program sosial, Arief mengklaim kinerja perusahaan terus membaik dengan cakupan layanan air bersih yang kini mencapai sekitar 82 persen wilayah ibu kota. Sebagai langkah lanjutan, PAM JAYA berencana membagikan 5.000 toren air untuk memperkuat akses layanan air bersih bagi warga yang membutuhkan.
Program ini menjadi bagian dari strategi Jakarta sebagai kota global untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan inklusif bagi seluruh warganya.




















