53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

JAKARTA– Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama saat musim kemarau. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, 53 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memiliki potensi layanan untuk mendukung pengairan lahan pertanian seluas 1.307,94 hektare.

Keberadaan jaringan irigasi air tanah menjadi salah satu alternatif penyediaan air bagi pertanian, khususnya ketika ketersediaan air permukaan terbatas. Pemanfaatan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah sesuai dengan ketersediaan sumber air tanah dan kondisi jaringan di lapangan.

Bacaan Lainnya

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan infrastruktur irigasi perlu diikuti dengan pengelolaan air yang efisien agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh petani. Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi tersier juga perlu dipercepat untuk memastikan distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara efektif.

“Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta agar jaringan tersier segera dibangun, sehingga air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien,” kata Menteri Dody.

Dari total 53 JIAT tersebut, sebanyak 26 unit dibangun melalui program reguler dengan panjang jaringan 23,74 kilometer dan potensi layanan seluas 523,69 hektare. Sementara itu, 27 unit lainnya dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 dengan panjang jaringan 37,85 kilometer dan potensi layanan seluas 784,25 hektare.

Secara keseluruhan, jaringan tersebut memiliki panjang 61,59 kilometer dengan potensi layanan 1.307,94 hektare lahan pertanian. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan air untuk pertanian di Indramayu, salah satu daerah sentra produksi pangan nasional.

Pembangunan 53 JIAT tersebut dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung pada 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung penyediaan air bagi lahan pertanian. Melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU terus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. (**/Las)

 

Pos terkait