JAKARTA-Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, E. Aminudin Aziz, menyebut sejumlah programnya tak berjalan pada tahun 2026 imbas anggaran yang dipangkas.
Salah satunya adalah penyebaran buku ke desa hingga lapas.
Menurutnya, program penyebaran buku ini disambut baik oleh masyarakat.
Ia menyayangkan, penyebaran buku malah tak bisa dilanjutkan.
“Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya,” akuinya.
Ia pun mengatakan, program literasi masif tidak bisa dijalankan. Selain karena tak bisa menyebar buku,
Perpusnas juga tak bisa memberikan bantuan untuk perpustakaan-perpustakaan di daerah.
“Nah, ini menjadikan rencana kita untuk menggerakkan literasi lebih masif ini tidak bisa kita kerjakan,” pungkasnya.
Adapun di dalam rapat itu, Perpusnas mengatakan awalnya anggaran mereka di tahun 2025-2026 adalah Rp 721.684.480.000.
Namun, angka itu dipangkas menjadi Rp 589,5 miliar oleh Kementerian Keuangan. (*/Fb/Las)




















